Selasa, 19 Mei 2009

Teknologi informatika

Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut



Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.


Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut



Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.


Baca Selengkapnya...

HiV aIdS

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia


Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.


Cara Penularan virus HIV AIDS1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
serta Urine (Air seni atau air kencing).

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia


Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.


Cara Penularan virus HIV AIDS1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
serta Urine (Air seni atau air kencing).

Baca Selengkapnya...

Kamis, 14 Mei 2009

bencana alam

Palu - Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah ditetapkan pemerintah menjadi musibah nasional. Hal itu ditegaskan juru bicara Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Sulteng Kasman Lassa dalam jumpa pers berlangsung di Vip Room bandara Mutiara Palu pada Sabtu petang.



Ia mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang empat kecamkatan di kabupaten Morowali telah ditetapkan sebagai bencana nasional yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat dan daerah.

Penetapan status menjadi bencana nasional antara lain didasarkan pada jumlah korban yang tewas cukup banyak, kawasan yang diterjang banjir bandang sangat luas, serta banyaknya infrastruktur dan pemukiman penduduk yang mengalami kerusakan akibat musibah ini.

Karenanya, penanganan bencana alam ini dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Lassa juga membantah tudingan miring bahwa Pemprov Sulteng sangat lamban menangangi bencana alam tersebut.

"Tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Pemprov Sulteng sangat lamban mengambil langkah-langkah kongkret terhadap korban banjir dan tanah longsor di Morowali," kata dia.

Buktinya begitu kejadian, pemerintah daerah yang merupakan perpanjangan pemerintah pusat hingga ke tingkat desa langsung melakukan langkah strategi dalam rangka membendung dan mengantisipasi hal-hal yang terkait dengan penanganan para korban.

Gubernur Sulteng HB Paliudju dan unsur muspida, kata Lassa, sehari setelah kejadian tersebut juga melakukan langkah strategis dengan membentuk posko dengan dukungan peralatan mulai dari Posko utama di bandara Mutiara Palu, dan Posko di Kolonodale, serta Baturube.

Pembentukan posko ini guna mempercepat informasi yang diperoleh dari lapangan maupun sebaliknya, dan sumber yang dipercaya untuk memberikan informasi adalah aparat desa (kades), kecamatan (camat, kapolsek, babinsa, dan danramil), kabupaten (bupati, kapolres, dan dandim).

Menjawab pertanyaan, Lassa mengatakan, untuk mengantisipasi kesimpang-siuran informasi, Gubernur Sulteng HB paliujdu telah mengistruksikan hanya lewat "satu pintu".

Informasi satu pintu dimaksud adalah melalui Posko Satkorlak PBA Sulteng yang berkedudukan di bandara Mutiara Palu. "Semua informasi mengenai penanganan bencana alam banjir di Morowali bisa diperoleh dari Posko Satkorlak PBA Sulteng," ujarnya.

Kebijakan itu dilakukan semata-mata agar tidak terjadi kesimpangsiuran data, termasuk korban yang tewas dan hilang serta data lainnya.(Afn)


Palu - Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah ditetapkan pemerintah menjadi musibah nasional. Hal itu ditegaskan juru bicara Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Sulteng Kasman Lassa dalam jumpa pers berlangsung di Vip Room bandara Mutiara Palu pada Sabtu petang.



Ia mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang empat kecamkatan di kabupaten Morowali telah ditetapkan sebagai bencana nasional yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat dan daerah.

Penetapan status menjadi bencana nasional antara lain didasarkan pada jumlah korban yang tewas cukup banyak, kawasan yang diterjang banjir bandang sangat luas, serta banyaknya infrastruktur dan pemukiman penduduk yang mengalami kerusakan akibat musibah ini.

Karenanya, penanganan bencana alam ini dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Lassa juga membantah tudingan miring bahwa Pemprov Sulteng sangat lamban menangangi bencana alam tersebut.

"Tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Pemprov Sulteng sangat lamban mengambil langkah-langkah kongkret terhadap korban banjir dan tanah longsor di Morowali," kata dia.

Buktinya begitu kejadian, pemerintah daerah yang merupakan perpanjangan pemerintah pusat hingga ke tingkat desa langsung melakukan langkah strategi dalam rangka membendung dan mengantisipasi hal-hal yang terkait dengan penanganan para korban.

Gubernur Sulteng HB Paliudju dan unsur muspida, kata Lassa, sehari setelah kejadian tersebut juga melakukan langkah strategis dengan membentuk posko dengan dukungan peralatan mulai dari Posko utama di bandara Mutiara Palu, dan Posko di Kolonodale, serta Baturube.

Pembentukan posko ini guna mempercepat informasi yang diperoleh dari lapangan maupun sebaliknya, dan sumber yang dipercaya untuk memberikan informasi adalah aparat desa (kades), kecamatan (camat, kapolsek, babinsa, dan danramil), kabupaten (bupati, kapolres, dan dandim).

Menjawab pertanyaan, Lassa mengatakan, untuk mengantisipasi kesimpang-siuran informasi, Gubernur Sulteng HB paliujdu telah mengistruksikan hanya lewat "satu pintu".

Informasi satu pintu dimaksud adalah melalui Posko Satkorlak PBA Sulteng yang berkedudukan di bandara Mutiara Palu. "Semua informasi mengenai penanganan bencana alam banjir di Morowali bisa diperoleh dari Posko Satkorlak PBA Sulteng," ujarnya.

Kebijakan itu dilakukan semata-mata agar tidak terjadi kesimpangsiuran data, termasuk korban yang tewas dan hilang serta data lainnya.(Afn)


Baca Selengkapnya...

Love is...
© TmEn-TmEn LIhAt bLoG QuU YaWh ( WhIeNdHabLog) - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace